twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Setiap saat disadari atau tidak, disengaja atau tidak, berbagai permasalahan datang dan tersimpan dalam hati. Terkadang membuat dada sesak dan kepala penat. Mungkin permasalahan yang Anda hadapi mirip atau pernah dialami rekan yang lain. Melalui blog konsultasi psikologi ini diharapkan Anda menemukan jawaban yang menjadi solusi atau pertimbangan dalam menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Konsultasi Psikologi Update:

Tulis Topik Permasalahan Anda

Depresi Kehilangan

Permasalahan :

Saya punya ibu angkat umur nya sekitar 60 tahun sekarang ibu mengalami depresi karena kehilangan cucu nya sekarang ibu seperti kehilangan semangat hidup tidak ingin mengerjakan sesuatu kerjanya hanya duduk, melamun dan sekarang menjadi pendiam.
Ibu sudah dibawa ke ulama tetapi tidak ada perubahan. Saya ingin bertanya bagaimana cara saya membantu agar ibu bisa kembali seperti dulu dan bisa menerima kematian cucu nya??apa yang harus saya lakukan dan dorongan serta nasehat seperti apa yang harus saya berikan.

***************



Jawaban:
Sayangnya email Anda sangat singkat sehingga kami tidak bisa lebih banyak memberikan respons kami. Oleh karena itulah kami hanya berhipotesa di sini.
Banyak faktor yang menyebabkan seorang ibu Anda mengalami depresi. Kita harus kritis, benarkah kehilangan semangat hidupnya karena kehilangan cucu? Jangan-jangan itu hanya pencetus saja. Sebelumnya, ibu Anda mungkin telah mengalami kehidupan yang kurang diliputi semangat akibat berbagai sebab. Lalu, ibu Anda menemukan semangat hidupnya kembali setelah mencurahkan perhatian pada cucu. Ibu Anda menggantungkan semangat hidupnya pada kehadiran cucu.

Hal itu kurang lebih sama dengan kisah Ibu Rini (bukan nama sebenarnya). Sebagai orangtua tunggal, beliau berusaha sangat keras mengumpulkan uang karena agar anaknya bisa kuliah. Namun nasib berkata lain. Sang anak yang menjadi semangatnya bekerja keras ternyata meninggal dalam suatu kecelakaan. Komentar ibu Rini, “Untuk apa lagi saya kerja keras? Lha wong anak saya yang saya carikan uang sudah tidak ada lagi.” Bisa ditebak apa yang kemudian terjadi. Ibu Rini memutuskan tidak lagi bekerja dan hanya mengandalkan uang pensiunan dari almarahum suaminya, hanya sekedar untuk melanjutkan hidup.

Ibu Anda mungkin mengalami hal yang sama dengan ibu Rini. Pada saat senja, banyak orangtua yang merasa kesepian karena berbagai sebab; misalnya tidak ada pasangan yang memberi perhatian, anak-anak yang kurang perhatian, cekcok keluarga, tidak ada aktivitas berguna yang dilakukan, dan lainnya (coba identifikasi apa yang kira-kira menjadi penyebabnya kehilangan semangat hidup). Dalam hal ini, cucu adalah penawar dahaga. Ketika cucu sudah tidak ada lagi, maka Ibu Anda pun kehilangan semangat hidupnya .

Mungkin akan membantu jika Ibu Anda melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak hanya menyenangkan namun juga bermanfaat, dan memiliki tanggung jawab. Sebagai contoh, Ibu Ria (66 tahun, bukan nama sebenarnya) melakukan aktivitas berkebun. Seluruh taman keluarga menjadi tanggung jawabnya. Ibu Ria menanam berbagai tanaman hias, dan tidak jarang ikut pameran tanaman hias. Melalui kegiatannya itu, ibu Ria berkenalan dengan banyak orang dan sekaligus menghasilkan uang. Ibu Ria mengakui bahwa hidupnya sangat menyenangkan, dan termasuk orangtua yang sangat sehat untuk seusianya. Sekitar 12 tahun sebelumnya, Ibu Ria kehilangan sekaligus 3 orang anaknya dalam suatu kecelakaan mobil. Kini ibu Ria tinggal dengan satu-satunya anaknya yang masih hidup.

Nah, apa yang Anda pikirkan? Anda lebih tahu apa yang bisa dilakukan Ibu Anda.
Mohon maaf, kami hanya bisa menjawab email Anda seperti di atas karena terbatasnya data yang Anda kirimkan kepada kami.
Salam




Sumber : psikologi-online.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog Widget by LinkWithin